Selasa, 16 Februari 2016

Si Hijau yang Kaya Akan Manfaat*

Manusia adalah makhluk sosial, dimana dalam kehidupannya antar satu dengan yang lainnya saling membutuhkan. Menjadi makhluk sosial tentunya memiliki tujuan untuk saling melengkapi kebutuhan bersama. Selain melengkapi kebutuhan bersama, manusia juga termasuk makhluk individu. Dimana kebutuhan mereka juga tanggungjawab mereka sendiri.
Salah satu kebutuhan individu yaitu makan. Makan menjadi faktor utama dalam kebutuhan manusia. Berbicara mengenai makan, tentunya tidak terlepas dari istilah makanan. Makanan sering dikaitkan dengan istilah empat sehat lima sempurna, yang terdiri dari nasi, lauk pauk, sayur mayur, buah-buahan, dan susu.
Sayur mayur salah satunya, memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Mereka yang berwarna hijau terutama, memiliki kandungan kalsium yang bermanfaat untuk membangun tulang yang kokoh, contohnya sawi, bayam, kangkung, dan brokoli.
Namun, sayangnya kini tidak banyak masyarakat yang enyadari akan pentingnya sayur bagi tubuh kita. Atau terkadang banyak juga masyarakat yang menginginkan sayur, namun karena beberapa faktor menghambat mereka untuk bisa mendapatkannya.
Salah satu faktor tersebut adalah aspek lokasi tempat tinggal. Masyarakat yang tinggal di perkotaan, kemungkinan kebanyakan jarang mengonsumsi sayuran dibandingkan dengan masyarakat yang tinggal di pedesaaan. Hal ini terjadi karena, di perkotaan untuk mendapatkan sayuran lebih sulit dibandingkan di desa, atau kalaupun ada harganya tidak seperti di desa.
            Namun adanya kendala di atas seharusnya bisa membuat kita untuk bisa berpikir lebih kreatif. Sebenarnya, tanaman sayuran tidak memerlukan lahan yang luas untuk tumbuh. Jadi, masyarakat yang tinggal di perkotaan bisa memanfaatkan lahan kecil di samping rumah mereka untuk ditanami sayuran. Mereka dapat menanam sayuran seperti cabai, tomat, kangkung, bayam dan sebagainya dengan media dalam pot, polybag, ataupun media tanam lainnya yang sekiranya efektif digunakan. Jika lahan kita memang benar-benar sempit kita juga bisa membuat media tanam tanaman sayuran dengan cara dibuat seperti rak-rak yang tersusun ke atas. Cara ini bisa menjadi alternatif untuk tetap berkreasi. Meskipun banyak jalan untuk menanam sayuran di areal sempit kita juga  jangan sampai lupa untuk tetap memerhatikan cara rawat tanaman itu sendiri, misal intensitas penyiraman, suhu, kelembapan itu tergantung masing-masing tanaman.
            Sebenarnya tidak hanya tubuh kita saja yang mendapatkan manfaat dari kita mengonsumsi sayuran. Dengan mulai mencoba untuk menanam sayuran di lingkungan rumah kita sendiri secara tidak langsung kita juga turut andil dalam menjaga kelestarian lingkungan kita. Apalagi sudah beberapa tahun terakhir ini maraknya istilah global warming atau disebut juga dengan pemanasan global, justru hal ini seharusnya mendorong kita untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk menjaga alam kita yaitu salah satunya dengan menanam sayuran.
            Manfaat lain yang diperoleh dari menanam sayuran selain hal di atas yaitu dalam nilai estetika. Dengan memanfaatkan lahan yang ada kita bisa berkreasi dalam tata letak atau pun bentuk media untuk tanaman sayuran. Hal ini bisa menambah nilai estetika bagi kita, rumah akan terkesan sejuk, sejauh mata memandang terhampar warna hijau, dan tentunya akan menambah rasa senang untuk kita sendiri. Terlebih jika ini dipraktikan di wilayah perkotaan akan memberikan kesan yang lebih baik dan sangat bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
            Secara finansial pun menanam sayuran dengan memanfaatkan lahan sekitar juga sangat membantu. Kita bisa berhemat dalam pengeluaran kita. Sayuran biasanya diproduksi dari daerah pedesaan atau dari pegunungan, jika sayuran tersebut didistribusi ke daerah perkotaan otomatis akan terjadi perbedaan harga yang lumayan tidak sedikit mengingat tidak mudahnya mengakses tanaman sayuran di perkotaan.
            Selain memberi manfaat dalam bidang kesehatan, lingkungan, nilai estetika, dan finansial yang terakhir yaitu dalam bidang pedagogi atau pendidikan. Kita bisa menanamkan jiwa cinta lingkungan kepada keluarga kita melalui gerakan menanam sayuran di sekitar lingkungan kita. Dengan mengonsumsi sayuran dari hasil tanaman kita sendiri tentunya akan memberikan rasa kepuasan tersendiri bagi kita. Kita juga bisa meluangkan waktu bersama keluarga untuk merawat tanaman sayuran secara bersama-sama.

Apa pun yang kita lakukan pasti akan kembalinya kepada diri kita sendiri, jika kita melakukan hal yang baik, kembalinya pada kita sendiri bukan?! Oleh karena itu, mari kita lakukan hal-hal kecil yang sepertinya terlihat sepele tetapi memberikan manfaat yang besar dalam lingkungan kita salah satunya memanfaatkan lahan sempit untuk berkebun. Mari kita memulai menanamkan jiwa cinta lingkungan dari diri sendiri, keluarga, dan syukur bisa bisa bermanfaat untuk orang lain.

*Artikel ini diikutsertakan dalam seleksi masuk LPM Solidaritas UIN Sunan Ampel Surabaya 2014. Alhamdulillah lolos ^_^